Gambut Intelijen

Akademi Gambut · Pemanfaatan dan restorasi

Pemanfaatan lahan gambut

Lahan gambut bisa dimanfaatkan tanpa dikeringkan. Paludikultur, tanaman rawa bernilai ekonomi, perikanan, madu kelulut, dan aturan untuk lahan budidaya.

2 menit baca · Diperbarui 16 Oktober 2026

Masyarakat di Sumatra dan Kalimantan sudah hidup dari lahan gambut jauh sebelum perkebunan skala besar masuk. Mereka mengambil ikan, rotan, getah, kayu, madu dan sagu dari rawa, tanpa mengeringkannya. Pengetahuan ini sekarang punya nama ilmiah: paludikultur.

Paludikultur

Paludikultur berasal dari bahasa Latin palus, rawa. Artinya budidaya di lahan basah yang tetap basah. Tanaman yang dipilih adalah tanaman yang memang tumbuh alami di rawa gambut, atau setidaknya tahan genangan, sehingga muka air tanah bisa dijaga dekat permukaan.

Beberapa tanaman yang sudah dikenal dan punya pasar:

Ikan dan madu

Beje adalah kolam ikan tradisional di lahan gambut Kalimantan Tengah. Kolam digali di hutan rawa, lalu terisi ikan liar saat banjir musim hujan. Ketika air surut, ikan terperangkap di kolam dan dipanen. Ikan gabus, papuyu, toman dan sepat adalah tangkapan utamanya.

Madu kelulut dari lebah tanpa sengat banyak dikembangkan di desa-desa gambut. Lebah kelulut membutuhkan hutan yang berbunga sepanjang tahun, sehingga budidayanya justru mendorong masyarakat menjaga tutupan hutan.

Tanaman yang butuh lahan kering

Sawit, akasia, karet dan sebagian besar tanaman pangan tidak tahan genangan. Untuk menanamnya di gambut, air harus dibuang, dan di situlah masalah dimulai: penurunan tanah, emisi karbon, dan risiko kebakaran.

Aturan tidak melarang budidaya di lahan gambut fungsi budidaya, tetapi mewajibkan muka air tanah dijaga paling dalam 40 cm dari permukaan dan melarang pembakaran. Untuk lahan yang sudah terlanjur dibuka, praktik yang lebih baik antara lain:

Memilih yang cocok

Tidak ada satu tanaman yang cocok untuk semua lahan gambut. Pilihan bergantung pada ketebalan gambut, seberapa lama lahan tergenang, jarak ke pasar, dan pengetahuan masyarakat setempat. Ke depan, Gambut Intelijen akan memberikan rekomendasi per Kesatuan Hidrologis Gambut berdasarkan kondisi air, ketebalan, dan risiko di masing-masing kubah.

Sumber