Gambut di Banyu Asin
Banyu Asin punya sekitar 211,9 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 19,1% dari luas wilayahnya.
Ketebalan dan fungsi
Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 9.959 ha gambut di sini. 70 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 9.889 ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 6 meter.
| Kelas | Luas | Porsi |
|---|---|---|
| Sangat dangkal (< 0,5 m) | 8.198 ha | 82,3% |
| Dangkal (0,5โ1 m) | 1.237 ha | 12,4% |
| Sedang (1โ2 m) | 327 ha | 3,3% |
| Dalam (2โ3 m) | 128 ha | 1,3% |
| Sangat dalam (> 3 m) | 70 ha | 0,7% |
Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Wilayah ini bersinggungan dengan 5 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.
Kebakaran di lahan gambut
Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 9.092 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2015 dengan 3.996 deteksi.
Sejak 7 Oktober 2026: 55 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.
Saat ini ada 1 kebakaran aktif di wilayah ini, 0 di antaranya di lahan gambut.
Kerawanan resmi
Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)
| Sangat tinggi | 95,2 ribu ha | 8,6% |
| Tinggi | 817,7 ribu ha | 73,7% |
| Sedang | 186,5 ribu ha | 16,8% |
Diperbarui 16 Oktober 2026.