Gambut di Sumatera Barat
Sumatera Barat punya sekitar 99,7 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 2,4% dari luas wilayahnya.
Ketebalan dan fungsi
Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 22 ribu ha gambut di sini. 6.252 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 15,7 ribu ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 8,5 meter.
| Kelas | Luas | Porsi |
|---|---|---|
| Sangat dangkal (< 0,5 m) | 212 ha | 1% |
| Dangkal (0,5–1 m) | 4.570 ha | 20,8% |
| Sedang (1–2 m) | 6.464 ha | 29,4% |
| Dalam (2–3 m) | 4.486 ha | 20,4% |
| Sangat dalam (> 3 m) | 6.252 ha | 28,4% |
Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Wilayah ini bersinggungan dengan 3 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.
Kebakaran di lahan gambut
Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 10.266 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2012 dengan 2.258 deteksi.
Sejak 7 Oktober 2026: 0 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.
Saat ini tidak ada kebakaran aktif yang terkonfirmasi di wilayah ini.
Kerawanan resmi
Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)
| Sangat tinggi | 97,5 ribu ha | 2,3% |
| Tinggi | 1,33 juta ha | 31,5% |
| Sedang | 2,14 juta ha | 50,8% |
| Rendah | 639,3 ribu ha | 15,2% |
Kabupaten dan kota
| Nama | Gambut (Kementan) | Gambut rinci (KLHK) |
|---|---|---|
| Pesisir Selatan | 79,2 ribu ha | 18,6 ribu ha |
| Agam | 11,3 ribu ha | – |
| Pasaman Barat | 9.186 ha | 3.352 ha |
Dharmasraya · Kepulauan Mentawai · Kota Bukittinggi · Kota Padang · Kota Padang Panjang · Kota Pariaman · Kota Payakumbuh · Kota Sawah Lunto · Kota Solok · Lima Puluh Kota · Padang Pariaman · Pasaman · Sijunjung · Solok · Solok Selatan · Tanah Datar
Diperbarui 16 Oktober 2026.