Gambut Intelijen

Gambut di Kepulauan Meranti

Kepulauan Meranti punya sekitar 332 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 91,2% dari luas wilayahnya.

Buka di peta

Ketebalan dan fungsi

Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 239,4 ribu ha gambut di sini. 178,4 ribu ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 61 ribu ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 13,5 meter.

KelasLuasPorsi
Sangat dangkal (< 0,5 m)9.921 ha4,1%
Dangkal (0,5โ€“1 m)6.906 ha2,9%
Sedang (1โ€“2 m)23,1 ribu ha9,6%
Dalam (2โ€“3 m)21,1 ribu ha8,8%
Sangat dalam (> 3 m)178,4 ribu ha74,5%

Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)

Wilayah ini bersinggungan dengan 4 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.

Kebakaran di lahan gambut

Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 20.887 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2014 dengan 12.918 deteksi.

2012: 492122013: 1.167132014: 12.918142015: 1.308152016: 940162017: 145172018: 455182019: 2.070192020: 839202021: 176212022: 18222023: 24232024: 245242025: 9025
Deteksi titik panas VIIRS di lahan gambut per tahun

Sejak 7 Oktober 2026: 0 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.

Saat ini tidak ada kebakaran aktif yang terkonfirmasi di wilayah ini.

Kerawanan resmi

Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)

Sangat tinggi164,2 ribu ha45,1%
Tinggi143,3 ribu ha39,4%
Sedang54 ribu ha14,8%
Rendah19 ha0%

Diperbarui 16 Oktober 2026.