Gambut Intelijen

Gambut di Kutai Timur

Kutai Timur punya sekitar 38,7 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 1,2% dari luas wilayahnya.

Buka di peta

Ketebalan dan fungsi

Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 8.113 ha gambut di sini. 3.854 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 4.259 ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 8 meter.

KelasLuasPorsi
Dangkal (0,5โ€“1 m)1.521 ha18,7%
Sedang (1โ€“2 m)1.618 ha19,9%
Dalam (2โ€“3 m)1.113 ha13,7%
Sangat dalam (> 3 m)3.861 ha47,6%

Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)

Wilayah ini bersinggungan dengan 1 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.

Kebakaran di lahan gambut

Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 795 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2016 dengan 308 deteksi.

2012: 11122013: 14132014: 46142015: 117152016: 308162018: 96182019: 20192023: 182232025: 125
Deteksi titik panas VIIRS di lahan gambut per tahun

Sejak 7 Oktober 2026: 24 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.

Saat ini ada 10 kebakaran aktif di wilayah ini, 0 di antaranya di lahan gambut.

Kerawanan resmi

Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)

Sangat tinggi6.810 ha0,2%
Tinggi1,21 juta ha38,6%
Sedang1,58 juta ha50,2%
Rendah343,6 ribu ha10,9%

Diperbarui 16 Oktober 2026.