Gambut di Kutai Kartanegara
Kutai Kartanegara punya sekitar 99,1 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 3,9% dari luas wilayahnya.
Ketebalan dan fungsi
Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 33 ribu ha gambut di sini. 14,6 ribu ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 18,4 ribu ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 10 meter.
| Kelas | Luas | Porsi |
|---|---|---|
| Sangat dangkal (< 0,5 m) | 391 ha | 1,2% |
| Dangkal (0,5โ1 m) | 4.955 ha | 15% |
| Sedang (1โ2 m) | 7.350 ha | 22,2% |
| Dalam (2โ3 m) | 5.522 ha | 16,7% |
| Sangat dalam (> 3 m) | 14,8 ribu ha | 44,9% |
Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Wilayah ini bersinggungan dengan 2 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.
Kebakaran di lahan gambut
Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 3.858 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2015 dengan 1.140 deteksi.
Sejak 7 Oktober 2026: 62 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.
Saat ini ada 10 kebakaran aktif di wilayah ini, 1 di antaranya di lahan gambut.
Kerawanan resmi
Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)
| Sangat tinggi | 63,1 ribu ha | 2,5% |
| Tinggi | 1,02 juta ha | 40,5% |
| Sedang | 1,12 juta ha | 44,2% |
| Rendah | 320,4 ribu ha | 12,7% |
Diperbarui 16 Oktober 2026.