Gambut di Kotawaringin Barat
Kotawaringin Barat punya sekitar 233,7 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 27,9% dari luas wilayahnya.
Ketebalan dan fungsi
Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 30 ribu ha gambut di sini. 1.576 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 28,4 ribu ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 6,5 meter.
| Kelas | Luas | Porsi |
|---|---|---|
| Dangkal (0,5โ1 m) | 4.907 ha | 16,3% |
| Sedang (1โ2 m) | 14,4 ribu ha | 48% |
| Dalam (2โ3 m) | 9.118 ha | 30,4% |
| Sangat dalam (> 3 m) | 1.576 ha | 5,2% |
Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Wilayah ini bersinggungan dengan 1 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.
Kebakaran di lahan gambut
Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 17.239 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2015 dengan 8.065 deteksi.
Sejak 7 Oktober 2026: 279 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.
Saat ini ada 23 kebakaran aktif di wilayah ini, 10 di antaranya di lahan gambut.
Kerawanan resmi
Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)
| Sangat tinggi | 41,2 ribu ha | 4,9% |
| Tinggi | 543,4 ribu ha | 64,8% |
| Sedang | 252,5 ribu ha | 30,1% |
| Rendah | 763 ha | 0,1% |
Diperbarui 16 Oktober 2026.