Gambut di Kota Banjar Baru
Peta gambut Kementerian Pertanian tidak mencatat lahan gambut di Kota Banjar Baru.
Ketebalan dan fungsi
Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 1.211 ha gambut di sini. 1 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 1.210 ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 3,5 meter.
| Kelas | Luas | Porsi |
|---|---|---|
| Dangkal (0,5โ1 m) | 484 ha | 40% |
| Sedang (1โ2 m) | 591 ha | 48,8% |
| Dalam (2โ3 m) | 135 ha | 11,1% |
| Sangat dalam (> 3 m) | 1 ha | 0,1% |
Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Wilayah ini bersinggungan dengan 1 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.
Kebakaran di lahan gambut
Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 949 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2015 dengan 288 deteksi.
Sejak 7 Oktober 2026: 4 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.
Saat ini ada 2 kebakaran aktif di wilayah ini, 1 di antaranya di lahan gambut dan 1 masih menyala.
Kerawanan resmi
Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)
| Sangat tinggi | 17,3 ribu ha | 53,5% |
| Tinggi | 14,5 ribu ha | 44,9% |
| Sedang | 516 ha | 1,6% |
Diperbarui 16 Oktober 2026.