Gambut di Ketapang
Ketapang punya sekitar 250,4 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 8,4% dari luas wilayahnya.
Ketebalan dan fungsi
Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 499 ha gambut di sini. 0 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 499 ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 2 meter.
| Kelas | Luas | Porsi |
|---|---|---|
| Dangkal (0,5–1 m) | 332 ha | 66,5% |
| Sedang (1–2 m) | 168 ha | 33,7% |
Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Wilayah ini bersinggungan dengan 3 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.
Kebakaran di lahan gambut
Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 26.647 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2019 dengan 8.317 deteksi.
Sejak 7 Oktober 2026: 158 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.
Saat ini ada 45 kebakaran aktif di wilayah ini, 10 di antaranya di lahan gambut dan 4 masih menyala.
Kerawanan resmi
Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)
| Sangat tinggi | 39,6 ribu ha | 1,3% |
| Tinggi | 1,18 juta ha | 39,6% |
| Sedang | 1,54 juta ha | 51,7% |
| Rendah | 218,8 ribu ha | 7,4% |
Diperbarui 16 Oktober 2026.