Gambut Intelijen

Gambut di Kayong Utara

Kayong Utara punya sekitar 219,7 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 47,6% dari luas wilayahnya.

Buka di peta

Ketebalan dan fungsi

Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 36,7 ribu ha gambut di sini. 12,6 ribu ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 24 ribu ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 5,5 meter.

KelasLuasPorsi
Dangkal (0,5โ€“1 m)7.627 ha20,8%
Sedang (1โ€“2 m)9.119 ha24,9%
Dalam (2โ€“3 m)7.280 ha19,9%
Sangat dalam (> 3 m)12,6 ribu ha34,5%

Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)

Wilayah ini bersinggungan dengan 2 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.

Kebakaran di lahan gambut

Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 11.180 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2015 dengan 3.553 deteksi.

2012: 2.165122013: 343132014: 651142015: 3.553152016: 79162017: 35172018: 977182019: 2.481192020: 10202021: 55212022: 26222023: 686232024: 37242025: 8225
Deteksi titik panas VIIRS di lahan gambut per tahun

Sejak 7 Oktober 2026: 11 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.

Saat ini tidak ada kebakaran aktif yang terkonfirmasi di wilayah ini.

Kerawanan resmi

Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)

Sangat tinggi17,5 ribu ha3,8%
Tinggi239,9 ribu ha52%
Sedang183,4 ribu ha39,7%
Rendah20,5 ribu ha4,4%

Diperbarui 16 Oktober 2026.