Gambut Intelijen

Gambut di Kapuas Hulu

Kapuas Hulu punya sekitar 265,2 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 8,5% dari luas wilayahnya.

Buka di peta

Ketebalan dan fungsi

Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 77,8 ribu ha gambut di sini. 23,2 ribu ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 54,6 ribu ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 9 meter.

KelasLuasPorsi
Sangat dangkal (< 0,5 m)15 ribu ha19,3%
Dangkal (0,5โ€“1 m)11,3 ribu ha14,5%
Sedang (1โ€“2 m)17,1 ribu ha22%
Dalam (2โ€“3 m)12,3 ribu ha15,8%
Sangat dalam (> 3 m)22,1 ribu ha28,4%

Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)

Wilayah ini bersinggungan dengan 6 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.

Kebakaran di lahan gambut

Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 1.674 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2012 dengan 341 deteksi.

2012: 341122013: 154132014: 298142015: 190152016: 112162017: 56172018: 96182019: 121192020: 56202021: 35212022: 45222023: 69232024: 28242025: 7325
Deteksi titik panas VIIRS di lahan gambut per tahun

Sejak 7 Oktober 2026: 2 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.

Saat ini tidak ada kebakaran aktif yang terkonfirmasi di wilayah ini.

Kerawanan resmi

Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)

Sangat tinggi20,4 ribu ha0,7%
Tinggi646,3 ribu ha20,8%
Sedang1,14 juta ha36,6%
Rendah1,31 juta ha42%

Diperbarui 16 Oktober 2026.